Posted by : Ardhan eR_eF
Saturday, November 19, 2011
Beberapa laga terpanas di Inggris !!!
oleh "Liverpool Fc" Hari ini pada 19 November 2011 jam 1:21
Dua club besar yang mempunyai banyak gelar ini sangat luar biasa bila bertemu , rivalitas dua penguasa Inggris yang membuat pertandingan ini menarik .
Di era sekarang memang Manchaster lebih unggul dari tim asal Merseyside ini , tapi bukan tidak mungkin Liverpool bangkit dalam masa masa sulit di era sekarang ini.
Newcastle United-Sunderland (Tyne-Wear Derby)
Diawali saat masa perang sipil di Inggris, Newcastle merupakan pendukung setia Royalis dari Raja Inggris yang berkuasa saat itu, Charles I, Sementara Sunderland merupakan basis dari massa pendukung Olivier Cromwell yang merupakan pemimpin parlemen yang berseberangan dengan Charles I.
Portsmouth-Southampton
Kedua Klub ini terletak kota pelabuhan, Southampton adalah pelabuhan sipil, dan Portsmouth adalah adalah markas besar angkatan laut kerajaan Inggris dengan segala kemewahannya yang tentunya membuat iri Southampton dan menimbuilkan api kebencian diantara mereka, bahkan di musim 2009-2010 saat Portsmouth terdampar di dasar klasemen Premier League, seorang fans Pompey menulis di internet “Setidaknya kami masih bisa tersenyum karena Southampton juga terdampar di League One”.
Arsenal-Tottenham Hotspurs (North East London Derby) :
Sebelumnya mereka bukanlah rival murni, bukan dari kecemburuan warga lokal atau apapun, persaingan baru mulai sengit di tahun 1913, ketika Arsenal pindah dari Ground Manor, Plumstead ke Arsenal Stadium, Highbury, yang hanya empat mil dari White Hart Lane milik Spurs, jadilah kedua tetangga baru ini merasakan persaingan nan alamiah. Arsenal, yang awalnya bernama Dial Square pada 1908, sebelum berubah menjadi Royal Arsenal, kemudian ke Woolwich Arsenal, menjadi The Arsenal hingga menetap sebagai Arsenal sampai saat ini. 1919 rivalitas dimulai ketika Arsenal mendapat promosi ketimbang Tottenham yang finis diatas mereka. Arsenal lebih banyak memenangkan Liga (13-2) FA Cup (10-8), tapin Tottenham memenangkan lebih banyak gelar kompetisi Eropa. Contoh terpanas rivalitas mereka kepindahan Sol Campbell dari Tottenham ke Arsenal sehingga ia dicap sebagai Judas oleh fans Tottenham akibat menjilat ludahnya sendiri karena berkata tidak akan pindah ke Arsenal.
Manchester United-Manchester City (Derby Of Manchester)
Derby terpanas di Inggris, bahkan Eropa saat ini menurut saya. City mengklaim dirinya sebagai pemilik sah kota Manchester karena didirikan oleh warga asli kota Manchester, tidak seperti rivalnya United, yang notabene didirikan oleh swasta Lancashire and Yorkshire Railway. Manchester pun menjadi basis fans City karena jumlah mereka berjumlah lebih banyak ketimbang fans United. Prestasi dan kekuatan yang tidak seimbang – dulu, berbeda dengan saat ini – menimbulkan kecemburuan dari para fans City yang membuat kebencian mereka terhadap United makin menjadi.
Bahkan kebencian tidak hanya terjadi antar fans, namun sampai merembet ke pemain-pemain mereka. Roy Keane, eks kapten MU yang terkenal “berdarah panas” alias bertempramen tinggi pernah membuat pengakuan dalam biografinya bahwa tekel brutalnya terhadap kapten City Alf Inge Haaland merupakan suatu kesengajaan.
April 1974, Dennis Law, legenda terbesar United seketika berubah menjadi sosok yang paling dibenci oleh kubu United karena ia mencetak gol semata wayang City yang membuat The Red Devils turun kasta ke divisi Championship, Bahkan Law langsung memutuskan untuk gantung sepatu setelah kejadian itu. Gary Neville pun sempat menolak berjabatan tangan dengan Peter Schmeichel – Sang Pembelot Lainnya- saat United dan City bertanding.
Keberhasilan City membajak Carlos Tevez membuat para fans City jumawa, mereka menyebut City adalah persinggahan terakhir untuk Tevez, serta menertawakan rivalnya yang hanya mampu mengontrak cuma-cuma Michael Owen sebagai gantinya.
Liverpool-Everton (Merseyside Derby)
Liverpool adalah kota sepakbola tersukses di Inggris dengan 27 gelar liga yang dimiliki Liverpool dan Everton. Friksi dan tensi tinggi selalu terjadi setiap derby Merseyside yang sebenarnya dulu lebih mengusung aura persahabatan kedua tim.Anfield dan Goodison Park hanya dipisahkan oleh Stanley Park yang terbentang di antara kedua kuil sepakbola tersebut. Pertandingan derby biasanya selalu dibumbui aroma rivalitas, tapi pertandingan antara kedua klub ini dianggap sebagai derby yang paling bersahabat di Inggris. Tidak seperti derby lain, pada laga ini tidak ada regulasi agar suporter kedua tim duduk terpisahkan karena alasan keamanan. Bukanlah pemandangan yang aneh melihat para warna merah dan biru duduk berdampingan karena umumnya dalam satu keluarga di Liverpool, afiliasinya bisa berbeda-beda. Bahkan pada saat final Piala Liga tahun 1984, kedua suporter bercampur jadi satu di Wembley dan bersama-sama berteriak, “Merseyside, Merseyside” sembari mengejek rival tetangga mereka, “Are You Watching Manchester?”
Atmosfer persahabatan mulai luntur pada medio 1980-an, terlebih usai tragedi Heysel di mana kerusuhan yang dipicu suporter Liverpool menewaskan 39 penonton yang kebanyakan suporter Juventus. Everton yang menjuarai Liga Inggris saat itu tidak bisa berlaga di Piala Champions karena UEFA menjatuhkan sanksi larangan bermain kepada klub-klub Inggris pasca insiden Heysel. Suporter Everton sangat keki karena mereka saat itu mempunyai skuad yang cukup untuk merajai Eropa. Saat derby Merseyside musim lalu, para suporter Liverpool membawa poster bertuliskan ”Steaua Bucuresti”, klub Romania yang menjuarai Piala Champions tahun 1986, musim di mana seharusnya Everton bisa berlaga di kompetisi tersebut.
Gabungan gelar juara yang dimiliki Liverpool dan Everton menjadi kota tersebut sebagai yang tersukses di Inggris dalam hal sepakbola. Liverpool memiliki 18 gelar juara liga plus 5 gelar juara Eropa, sedang Everton mencatatkan 9 kali menjuarai Liga Inggris. Tapi sejak kemunculan Premiership di awal tahun 90-an, Everton tidak lagi dipandang sebagai kekuatan utama di Inggris seperti dekade sebelumnya. Namun hal tersebut tidak menyurutkan gengsi antar kedua tim. Ada beberapa pemain yang berpindah klub dari keduanya, tapi salah satu nama yang paling besar adalah Peter Beardsley. Ia pindah ke Everton dari Liverpool pada tahun 1991 dan menyulut kembali tensi antara kedua tim. Nick Barmby juga menyebrang dari Goodison Park ke Anfield pada tahun 2000 dan dipandang sebagai Judas oleh suporter The Toffees.
Beberapa pemain populer yang dimiliki kedua tim sebenarnya mendukung rival mereka saat masih bocah. Leon Osman dan Leighton Baines adalah penggemar Liverpool saat kanak-kanak, sedang pemain Liverpool yang menggemari Everton lebih besar lagi: Ian Rush, Steve McManaman, Michael Owen, Robbie Fowler, dan Jamie Carragher yang dulu menyulut tanda tanya. Carragher selalu bermain dengan lengan panjang dan banyak pihak yang menduga ia melakukan hal tersebut karena ia memiliki tato lambang Everton di lengannya. Hal ini menjadi pergunjingan publik selama bertahun-tahun sampai ketika Carragher suatu hari bermain dengan kaus lengan pendek dan tidak ada apa-apa di sana.
Source : www.supersoccer.co.id
Manchester United-Chelsea
Sebelum era milenium, Chelsea bukanlah tandingan MU, Chelsea hanyalah klub medioker yang terkadang menyulitkan MU, namun pada Oktober 1999, Chelsea tampil mengejutkan, meski belum berstatus tim papan atas saat itu, Kemenangan 5-0 Chelsea atas Manchester United – yang notabene berstatus The Treble Winners – di Stamford Bridge memulai segala benih perseteruan di antara mereka. Selanjutnya Chelsea sering menyulitkan MU, MU seringkali hanya mampu menang tipis, dan terkadang sang kiper harus memungut bola lebih dari sekali.
Sejak berganti kepemilikan, Chelsea menjelma menjadi sebuah kekuatan baru, kucuran dana melimpah dan nyaris tak terbatas dari Roman Abramovich serta kejeniusan Jose Mourinho berhasil mengangkat prestasi mereka, juga menenggelamkan Fergie Babes selama 2 tahun berturut-turut di Premier League. Para fans MU pasti ingat dimana mereka harus menjadi saksi pesta Roman Emperor di Stamford Bridge setelah gol William Gallas, Joe Cole, dan Ricardo Carvalho menghancurkan tim kesayangannya dengan skor 3-0.
Puncaknya kedua klub bertemu di Final Liga Champions 2008, dimana John Terry menjadi sosok yang paling disalahkan oleh para fans akibat tendangan penaltinya yang melebar jauh dari gawang Van Der Sar, kekalahan yang menyakitkan karena MU juga berhasil mengamankan trofi Premier League di musim yang sama.
Sejak Ancelotti datang, Chelsea mulai kembai menguasai Premer League, gelar musim lalu dan posisi saat ini menjadi buktinya.
Untuk diluar lapangan, para fans MU pasti menganggap Peter Kenyon sebagai pengkhianat besar, eks petinggi MU itu hengkang dan menjadi CEO di Chelsea dan.. ya mencomot semua Transfer Target United untuk Chelsea. Meskipun saat ini Kenyon sudah tidak lagi di Chelsea. Selain Kenyon, frekuensi perpindahan pemain antar kedua klub relatif jarang, terakhir adalah Juan Sebastian Veron, yang pada akhirnya memang gagal menunjukkan permainan terbaiknya di kedua klub.
Arsenal-Chelsea
London adalah kota sepakbola paling popular, banyak klub amatir maupun professional berbasis disana meskipun tidak ada satupun yang menggunakan nama kota tersebut.
Rivalitas Chelsea dan Arsenal mulai memanas pada 2003, tepatnya ketika Abramovich mulai mengakuisisi Chelsea dari tangan Ken Bates. Sejak Chelsea menjuarai EPL pada 2004-05, predikat penguasa London sekaligus Inggris mulai bergeser kearah London Barat.
Puncaknya pada 2006, pembajakan Ashley Cole oleh Chelsea membuat fans the Gunners geram sekaligus menjuluki Cole sebagai orang yang mata duitan
2007, terjadi keributan antara Chelsea dan Arsenal di final Carling Cup yang melibatkan Frank Lampard, Cesc Fabregas yang menyebabkan kartu kuning bagi keduanya dan dikeluarkannya 3pemain lain. Media menyebutnya sebagai “Snarling Cup Final”
