Archive for 2011

10 Fakta Sebastian Coates


1.Coates Dijuluki Luganito Oleh Fans uruguay Karena Mukanya Mirip Dengan Kapten Timnas uruguay, Diego Lugano. Dia Juga Diprediksi Menjadi Kapten Masa Depan uruguay

2.Dengan Datangnya Sebastian Coates Liverpool mempunyai Dua Pemain Yang Memenangi Copa America. Yaitu Sebastian Coates Dan Luis Suarez

3.Coates Menjadi Salah Satu Pemain Tertinggi Dalam Sejarah Liverpool Dengan Tinggi 6 Kaki 6 Inci,Dia Hanya Terasa Kecil Jika Disandingkan Dengan Peter Crouch

4.Selain Tingginya Yang Sama Dengan Sami Hyypia (196cm) Coates Dan Hyypia Sama-sama Lahir Pada Tanggal 7 Oktober. Mantan Pemain Liverpool Yang Juga Lahir Pada 7 Oktober Adalah Simon Cowell dan Alesha Dixon.

5.Di Liga Uruguay,Sebastian Coates Pernah Mencetak Gol ke Gawang Liverpool Futbal Club

6.Dalam Wawancaranya Coates Mengatakan Bahwa Peran Luis Suarez Sangat Besar Dalam Kepindahannnya Ke Liverpool

7.Sebastian Coates Seharusnya Dapat Berkomunikasi Dengan Bahasa Inggris Karena Ayahnya Keturunan Inggris Dan Skotlandia

8.Sebastian Coates Menjalani Debutnya Dengan Nacional Ketika Melawan Bella Vista Saat Masih Berumur 17 tahun Dan Langsung Terpilih Sebagai Man Of The Match Oleh Surat Kabar Spanyol,El Pais

9.Sejak Saat Itu Coates Menjadi Bermain Reguler Di NAcional,Tidak Pernah Mengalami Akumulasi Dan Masuk Timnas uruguay Di Copa America

10.Coates Menjadi Satu-satunya Pemain Uruguay Yang Tak Pernah Kalah Di Timnas
Saturday, November 19, 2011
Posted by Ardhan eR_eF

Fakta Seputar Liverpool FC....*dari pada sibuk ngomongin club lain mending baca2 yuk*

oleh "Liverpool Fc" Hari ini pada 28 Agustus 2011 jam 22:04
Bila dilihat dari sisi jumlah piala yang telah dimenangkan, Liverpool dapat dianggap sebagai tim paling sukses di Inggris. Hal itu karena The Reds merupakan juara terbanyak Divisi Satu Inggris selama 18 kali, dan juga di ajang Piala Eropa/Liga Champions selama 5 kali. Sayangnya tim ini belum pernah sekalipun merasakan gelar juara sejak Liga Primer Inggris dimulai.

Tetapi kalau peringkat di klasemen Liga Primer hingga sekarang ini yang menjadi patokannya, maka fans Liverpool dapat menjadi optimis kalau tahun ini akhirnya akan menjadi waktu di mana trofi juara domestik di Inggris akan bermarkas kembali di Anfield.


Sama seperti klub saingannya Manchester United, Liverpool juga sarat dengan sejarah, tragedi, dan prestasi. Sehingga ada masanya sepakbola Inggris identik dengan tim merah dari daerah Merseyside ini.

Selain The Beatles, klub ini menjadi hal lain yang membanggakan bagi kota Liverpool. Tetapi apakah The Beatles mempunyai sepuluh fakta menarik yang menghiasi The Reds? Mari kita simak fakta-fakta tersebut di bawah ini.

9. Sejarah Liverpool sebagai sebuah klub sepakbola berawal pada suatu hari di tahun 1892 saat terjadi perselisihan antara Everton yang menyewa lapangan Anfield dengan John Houlding yang saat itu menjadi pemilik stadion Anfield. Houlding ingin menaikkan biaya sewa dari £100 ke £250 per tahun. Hal itu ditolak Everton dan mereka akhirnya pindah ke stadion baru di Goodison Park. Houlding yang tak mau melihat lapangannya tak terpakai, akhirnya malah memutuskan untuk membentuk sebuah tim sepakbola sendiri yang akan memakai Anfield. Tim baru yang lahir pada 15 Maret 1892 itu akhirnya diberi nama Liverpool Football Club.

8. Liverpool sejak pertama kali terbentuk telah selalu bermarkas di Anfield. Stadion itu sendiri dibangun tahun 1884 dan berada di seberang Stanley Park. Tribun yang paling terkenal di Anfield tentunya adalah The Kop yang dinamakan berdasarkan sebuah bukit di propinsi Kwazulu-Natal, Afrika Selatan bernama Spion Kop. Bukit tersebut menjadi terkenal karena menjadi ajang pertempuran antara Lancashire Regiment yang kebanyakan berasal dari Liverpool dengan kaum Boer di Perang Boer Kedua. Nama The Kop itu diberikan oleh editor olahraga Liverpool Echo Ernest Edwards. Sekarang selain Liverpool, banyak tim sepakbola lain yang menamakan tribun mereka The Kop juga. Antara lain Sheffield United, Leicester City, Coventry City, dan Sheffield Wednesday.

7. Pada awalnya warna seragam Liverpool bukanlah merah seperti sekarang ini, melainkan biru dan putih. Baru sejak 1894, warna merah mulai digunakan sebagai warna seragam dan putih untuk celana. Akhirnya sejak 1964, semua pemain Liverpool mengenakan warna merah dari seragam, celana, dan kaos kaki. Menurut seorang legenda Liverpool Ian St. John dalam otobiografinya, ini terjadi saat manajer saat itu Bill Shankly merasa merah akan memberikan keuntungan psikologis bagi mereka. Shankly makin yakin timnya harus mengenakan warna merah setelah melihat salah satu pemainnya Ronnie Yeats terlihat lebih garang dalam balutan seragam dan celana merah. St. John kemundian mengusulkan kepada Shankly agar kaos kakinya juga berwarna merah.

6. Obor yang berada di logo Liverpool sekarang, ditambahkan untuk mengenang 96 suporter yang tewas saat Bencana Hillsborough. Kemalangan itu terjadi pada 15 April 1989 saat berlangsungnya pertandingan semi-final Piala FA antara Liverpool dan Nottingham Forest. Terlalu banyaknya penonton yang hadir membuat bagian tribun yang diperuntukkan bagi fans Liverpool menjadi sangat padat dan mereka pun akhirnya menjadi sangat berdesak-desakan dan tidak bisa keluar karena masih dihalangi oleh pagar kawat yang tinggi. Akibatnya banyak yang mengalami sesak napas dan meninggal. Pertandingan pun dihentikan enam menit setelah dimulai karena banyaknya penonton yang mencoba memanjat pagar untuk menghindari kepadatan itu. Kejadian ini membuat seluruh stadion di Inggris diubah menjadi stadion yang hanya memiliki tempat duduk dan pagar yang memisahkan penonton dengan lapangan dihilangkan.

5. Walaupun Liverpool mempunyai sejarah yang gemilang dengan prestasi mereka di lapangan. Sebagian diantaranya menjadi ternoda karena hooliganisme dari para suporternya. Hal itu menjadi puncaknya pada 29 Mei 1985 ketika terjadinya Bencana Heysel. Heysel menjadi stadion tempat dilangsungkannya final Piala Eropa antara Liverpool melawan Juventus. Satu jam sebelum pertandingan dimulai, sebagian besar kelompok suporter Liverpool menerjang pagar yang memisahkan mereka dengan suporter Juventus dan kemudian menyerang para fansBianconeri. Hal itu membuat para suporter Juve berlarian mundur untuk menghindari serangan dan terpojok di tembok stadion. Tembok itu akhirnya roboh dan menimpa penonton lain yang berada di bawahnya. Situasi kemudian menjadi kacau balau, dan wasit memutuskan untuk terus melanjutkan pertandingan untuk menghindari kerusuhan lebih lanjut lagi. Peristiwa ini mengakibatkan hilangnya nyawa 39 orang yang kebanyakan merupakan suporter Juventus dan juga skorsing bagi semua klub Inggris untuk tidak mengikuti semua kompetisi Eropa yang diadakan UEFA. Skorsing itu akhirya baru dicabut di musim 1990-91.

4. Ian Callaghan adalah pemain yang tampil paling banyak bagi Liverpool sebanyak 857 kali dalam karir yang berlangsung selama 19 musim di Anfield. Legenda lainnya Ian Rush memegang rekor sebagai pemain yang paling banyak mencetak gol bagi Liverpool dengan 346 gol. Sedangkan Phil Neal merupakan pemain yang paling banyak menjadi juara di Liverpool karena ia telah berhasil memiliki medali pemenang sebanyak 20 buah. Rekor Neal ini juga bertahan bagi Inggris sebelum dipecahkan musim lalu oleh Ryan Giggs dari Manchester United.

3. Kemenangan terbesar yang pernah dicatat oleh Liverpool terjadi pada 1974 saat mereka menghancurkan Stromsgodset IF dengan skor akhir 11-0. Tetapi mereka juga pernah tampil buruk sekali dan mengalami kekalahan terbesar ketika digebuk Birmingham City 1-9 20 tahun sebelum kemenangan terbesar Liverpool terjadi.

2. Lagu kebanggaan yang selalu dinyanyikan para penonton di Anfield dan fans Liverpool di seluruh dunia berjudul You’ll Never Walk Alone(YNWA) yang aslinya merupakan sebuah lagu di drama musikalCarousel. Lagu itu dinyanyikan pertama kali di Anfield saat band Gerry and the Pacemakers yang juga berasal dari Liverpool berhasil mencapai nomor satu di jenjang tembang berkat lagu itu. Suporter yang ikut bernyanyi saat lagu-lagu dari jenjang tembang itu diputar tidak berhenti menyanyikan YNWA mesikipun lagu itu sudah tidak masuk daftar lagi. Sejak itulah tradisi menyanyikan lagu tersebut di Anfield lahir. Lagu yang sama juga kemudian diadopsi oleh pendukung klub lain seperti Glasgow Celtic, Hibernian, Feyenoord Rotterdam, dan FC Twente.

1. Kemampuan Liverpool untuk terus bermain dan pantang menyerah sangat terlihat di dalam dua pertandingan final yang mereka hadapi. Saat final Piala FA 2006 melawan West Ham United berlangsung, Liverpool dengan cepat tertinggal 1-2 dalam waktu 32 menit pertama. Skor berubah lagi menjadi 3-2 bagi West Ham hingga akhirnya kapten Steven Gerrard mencetak satu gol di menit perpanjangan waktu terakhir yang merubah skor 3-3 yang harus diakhiri lewat adu penalti.The Reds akhirnya menjadi juara setelah kiper Pepe Reina mampu memblok tendangan penalti 3 pemain West Ham.
Final lainnya terjadi di ajang Liga Champions 2005 melawan AC Milan di Istanbul, Turki. Menjelang turun minum, Liverpool telah kebobolan 0-3. Lalu, The Reds mampu menyamakan kedudukan dengan mencetak tiga gol juga di babak kedua. Hasil seri itu bertahan hingga peluit akhir dan memaksa diadakannya adu penalti lagi. Kali ini pahlawan Liverpool adalah penjaga gawang Jerzy Dudek yang berhasil menepis tendangan penalti terakhir Andriy Shevchenko.

sumber: walber8.wordpress.com
Posted by Ardhan eR_eF

Beberapa laga terpanas di Inggris !!!

oleh "Liverpool Fc" Hari ini pada 19 November 2011 jam 1:21
Liverpool-Manchaster United
Dua club besar yang mempunyai banyak gelar ini sangat luar biasa bila bertemu , rivalitas dua penguasa Inggris yang membuat pertandingan ini menarik .
Di era sekarang memang Manchaster lebih unggul dari tim asal Merseyside ini , tapi bukan tidak mungkin Liverpool bangkit dalam masa masa sulit di era sekarang ini.

Newcastle United-Sunderland (Tyne-Wear Derby)
Diawali saat masa perang sipil di Inggris, Newcastle merupakan pendukung setia Royalis dari Raja Inggris yang berkuasa saat itu, Charles I, Sementara Sunderland merupakan basis dari massa pendukung Olivier Cromwell yang merupakan pemimpin parlemen yang berseberangan dengan Charles I.


Portsmouth-Southampton
Kedua Klub ini terletak kota pelabuhan, Southampton adalah pelabuhan sipil, dan Portsmouth adalah adalah markas besar angkatan laut kerajaan Inggris dengan segala kemewahannya yang tentunya membuat iri Southampton dan menimbuilkan api kebencian diantara mereka, bahkan di musim 2009-2010 saat Portsmouth terdampar di dasar klasemen Premier League, seorang fans Pompey menulis di internet “Setidaknya kami masih bisa tersenyum karena Southampton juga terdampar di League One”.

Arsenal-Tottenham Hotspurs (North East London Derby) :
Sebelumnya mereka bukanlah rival murni, bukan dari kecemburuan warga lokal atau apapun, persaingan baru mulai sengit di tahun 1913, ketika Arsenal pindah dari Ground Manor, Plumstead ke Arsenal Stadium, Highbury, yang hanya empat mil dari White Hart Lane milik Spurs, jadilah kedua tetangga baru ini merasakan persaingan nan alamiah. Arsenal, yang awalnya bernama Dial Square pada 1908, sebelum berubah menjadi Royal Arsenal, kemudian ke Woolwich Arsenal, menjadi The Arsenal hingga menetap sebagai Arsenal sampai saat ini. 1919 rivalitas dimulai ketika Arsenal mendapat promosi ketimbang Tottenham yang finis diatas mereka. Arsenal lebih banyak memenangkan Liga (13-2) FA Cup (10-8), tapin Tottenham memenangkan lebih banyak gelar kompetisi Eropa. Contoh terpanas rivalitas mereka kepindahan Sol Campbell dari Tottenham ke Arsenal sehingga ia dicap sebagai Judas oleh fans Tottenham akibat menjilat ludahnya sendiri karena berkata tidak akan pindah ke Arsenal.


Manchester United-Manchester City (Derby Of Manchester)
Derby terpanas di Inggris, bahkan Eropa saat ini menurut saya. City mengklaim dirinya sebagai pemilik sah kota Manchester karena didirikan oleh warga asli kota Manchester, tidak seperti rivalnya United, yang notabene didirikan oleh swasta Lancashire and Yorkshire Railway. Manchester pun menjadi basis fans City karena jumlah mereka berjumlah lebih banyak ketimbang fans United. Prestasi dan kekuatan yang tidak seimbang – dulu, berbeda dengan saat ini – menimbulkan kecemburuan dari para fans City yang membuat kebencian mereka terhadap United makin menjadi.
Bahkan kebencian tidak hanya terjadi antar fans, namun sampai merembet ke pemain-pemain mereka. Roy Keane, eks kapten MU yang terkenal “berdarah panas” alias bertempramen tinggi pernah membuat pengakuan dalam biografinya bahwa tekel brutalnya terhadap kapten City Alf Inge Haaland merupakan suatu kesengajaan.
April 1974, Dennis Law, legenda terbesar United seketika berubah menjadi sosok yang paling dibenci oleh kubu United karena ia mencetak gol semata wayang City yang membuat The Red Devils turun kasta ke divisi Championship, Bahkan Law langsung memutuskan untuk gantung sepatu setelah kejadian itu. Gary Neville pun sempat menolak berjabatan tangan dengan Peter Schmeichel – Sang Pembelot Lainnya- saat United dan City bertanding.

Keberhasilan City membajak Carlos Tevez membuat para fans City jumawa, mereka menyebut City adalah persinggahan terakhir untuk Tevez, serta menertawakan rivalnya yang hanya mampu mengontrak cuma-cuma Michael Owen sebagai gantinya.

 
Liverpool-Everton (Merseyside Derby)

Liverpool adalah kota sepakbola tersukses di Inggris dengan 27 gelar liga yang dimiliki Liverpool dan Everton. Friksi dan tensi tinggi selalu terjadi setiap derby Merseyside yang sebenarnya dulu lebih mengusung aura persahabatan kedua tim.Anfield dan Goodison Park hanya dipisahkan oleh Stanley Park yang terbentang di antara kedua kuil sepakbola tersebut. Pertandingan derby biasanya selalu dibumbui aroma rivalitas, tapi pertandingan antara kedua klub ini dianggap sebagai derby yang paling bersahabat di Inggris. Tidak seperti derby lain, pada laga ini tidak ada regulasi agar suporter kedua tim duduk terpisahkan karena alasan keamanan. Bukanlah pemandangan yang aneh melihat para warna merah dan biru duduk berdampingan karena umumnya dalam satu keluarga di Liverpool, afiliasinya bisa berbeda-beda. Bahkan pada saat final Piala Liga tahun 1984, kedua suporter bercampur jadi satu di Wembley dan bersama-sama berteriak, “Merseyside, Merseyside” sembari mengejek rival tetangga mereka, “Are You Watching Manchester?
Atmosfer persahabatan mulai luntur pada medio 1980-an, terlebih usai tragedi Heysel di mana kerusuhan yang dipicu suporter Liverpool menewaskan 39 penonton yang kebanyakan suporter Juventus. Everton yang menjuarai Liga Inggris saat itu tidak bisa berlaga di Piala Champions karena UEFA menjatuhkan sanksi larangan bermain kepada klub-klub Inggris pasca insiden Heysel. Suporter Everton sangat keki karena mereka saat itu mempunyai skuad yang cukup untuk merajai Eropa. Saat derby Merseyside musim lalu, para suporter Liverpool membawa poster bertuliskan ”Steaua Bucuresti”, klub Romania yang menjuarai Piala Champions tahun 1986, musim di mana seharusnya Everton bisa berlaga di kompetisi tersebut.
Gabungan gelar juara yang dimiliki Liverpool dan Everton menjadi kota tersebut sebagai yang tersukses di Inggris dalam hal sepakbola. Liverpool memiliki 18 gelar juara liga plus 5 gelar juara Eropa, sedang Everton mencatatkan 9 kali menjuarai Liga Inggris. Tapi sejak kemunculan Premiership di awal tahun 90-an, Everton tidak lagi dipandang sebagai kekuatan utama di Inggris seperti dekade sebelumnya. Namun hal tersebut tidak menyurutkan gengsi antar kedua tim. Ada beberapa pemain yang berpindah klub dari keduanya, tapi salah satu nama yang paling besar adalah Peter Beardsley. Ia pindah ke Everton dari Liverpool pada tahun 1991 dan menyulut kembali tensi antara kedua tim. Nick Barmby juga menyebrang dari Goodison Park ke Anfield pada tahun 2000 dan dipandang sebagai Judas oleh suporter The Toffees.
Beberapa pemain populer yang dimiliki kedua tim sebenarnya mendukung rival mereka saat masih bocah. Leon Osman dan Leighton Baines adalah penggemar Liverpool saat kanak-kanak, sedang pemain Liverpool yang menggemari Everton lebih besar lagi: Ian Rush, Steve McManaman, Michael Owen, Robbie Fowler, dan Jamie Carragher yang dulu menyulut tanda tanya. Carragher selalu bermain dengan lengan panjang dan banyak pihak yang menduga ia melakukan hal tersebut karena ia memiliki tato lambang Everton di lengannya. Hal ini menjadi pergunjingan publik selama bertahun-tahun sampai ketika Carragher suatu hari bermain dengan kaus lengan pendek dan tidak ada apa-apa di sana.
Source : www.supersoccer.co.id

Manchester United-Chelsea

Sebelum era milenium, Chelsea bukanlah tandingan MU, Chelsea hanyalah klub medioker yang terkadang menyulitkan MU, namun pada Oktober 1999, Chelsea tampil mengejutkan, meski belum berstatus tim papan atas saat itu, Kemenangan 5-0 Chelsea atas Manchester United – yang notabene berstatus The Treble Winners – di Stamford Bridge memulai segala benih perseteruan di antara mereka. Selanjutnya Chelsea sering menyulitkan MU, MU seringkali hanya mampu menang tipis, dan terkadang sang kiper harus memungut bola lebih dari sekali.
Sejak berganti kepemilikan, Chelsea menjelma menjadi sebuah kekuatan baru, kucuran dana melimpah dan nyaris tak terbatas dari Roman Abramovich serta kejeniusan Jose Mourinho berhasil mengangkat prestasi mereka, juga menenggelamkan Fergie Babes selama 2 tahun berturut-turut di Premier League. Para fans MU pasti ingat dimana mereka harus menjadi saksi pesta Roman Emperor di Stamford Bridge setelah gol William Gallas, Joe Cole, dan Ricardo Carvalho menghancurkan tim kesayangannya dengan skor 3-0.

Puncaknya kedua klub bertemu di Final Liga Champions 2008, dimana John Terry menjadi sosok yang paling disalahkan oleh para fans akibat tendangan penaltinya yang melebar jauh dari gawang Van Der Sar, kekalahan yang menyakitkan karena MU juga berhasil mengamankan trofi Premier League di musim yang sama.
Sejak Ancelotti datang, Chelsea mulai kembai menguasai Premer League, gelar musim lalu dan posisi saat ini menjadi buktinya.
Untuk diluar lapangan, para fans MU pasti menganggap Peter Kenyon sebagai pengkhianat besar, eks petinggi MU itu hengkang dan menjadi CEO di Chelsea dan.. ya mencomot semua Transfer Target United untuk Chelsea. Meskipun saat ini Kenyon sudah tidak lagi di Chelsea. Selain Kenyon, frekuensi perpindahan pemain antar kedua klub relatif jarang, terakhir adalah Juan Sebastian Veron, yang pada akhirnya memang gagal menunjukkan permainan terbaiknya di kedua klub.

Arsenal-Chelsea
London adalah kota sepakbola paling popular, banyak klub amatir maupun professional berbasis disana meskipun tidak ada satupun yang menggunakan nama kota tersebut.
Rivalitas Chelsea dan Arsenal mulai memanas pada 2003, tepatnya ketika Abramovich mulai mengakuisisi Chelsea dari tangan Ken Bates. Sejak Chelsea menjuarai EPL pada 2004-05, predikat penguasa London sekaligus Inggris mulai bergeser kearah London Barat.
Puncaknya pada 2006, pembajakan Ashley Cole oleh Chelsea membuat fans the Gunners geram sekaligus menjuluki Cole sebagai orang yang mata duitan

2007, terjadi keributan antara Chelsea dan Arsenal di final Carling Cup yang melibatkan Frank Lampard, Cesc Fabregas yang menyebabkan kartu kuning bagi keduanya dan dikeluarkannya 3pemain lain. Media menyebutnya sebagai “Snarling Cup Final”
Posted by Ardhan eR_eF

>Andy Carrol< Bagaimana seorang bek kiri mungil bisa menjadi seorang LFC No. 9.

oleh "Liverpool Fc" Hari ini pada 1 Oktober 2011 jam 4:57
Saat itu sekitar pukul 16.40 waktu Newcastle tanggal 10 Januari 2009 dan Newcastle United sedang dalam masalah besar. Dengan hanya mampu meraih 5 kemenangan sepanjang musim dan masalah internal yang mencekik klub dari dalam, The Toon Army mulai kehilangan kesabaran saat West Ham United membalikkan keadaan ketinggalan 1-0 menjadi unggul 1-2 di St. James’ Park.

Lebih sebagai spekulasi, Damien Duff mengirimkan umpan crossing ke dalam kotak pinalti dari sisi kiri. Sesuatu yang telah dia lakukan sepanjang pertandingan tanpa ada hasil. Hanya kali ini, umpan silangnya meraih jackpot. Bola yang dia kirim mendarat di sebuah kepala muda dengan kunciran dan melesak bagai peluru melewati Robert Green dan masuk ke gawang West Ham.

Selamat datang di Premier League, Andrew Thomas Carroll.

Penyerang tengah yang jangkung itu baru saja berulang-tahun ke 20 4 hari sebelumnya dan menerima cibiran tanpa ampun dari teman-teman setimnya ketika dia tiba di tempat latihan dengan rambut cornrow yang tidak biasa. Pertandingan lawan West Ham itu adalah penampilan perdananya sebagai starter di St James’ dan gol di menit ke 78 tersebut adalah gol perdananya untuk Newcastle. Setelah mengalami duduk menonton di Jackie Milburn Stand dan memimpikan mengikuti jejak idolanya Alan Shearer, Carroll akhirnya berhasil mewujudkan mimpi masa kecilnya.

“Saat itu adalah perasaan terbaik di dunia.” Ujarnya usai pertandingan, ” Sesuatu yang akan saya kenang sepanjang hidup saya dan sesuatu yang selalu saya impikan sejak saya masih kecil”

“Saya sebenarnya tidak tahu apa yang harus saya lakukan (Usai mencetak gol). Saya hanya melompat, mengepalkan tangan di udara dan menyimpan luapan emosi saya di dalam. Tapi itu berarti sungguh besar bagi saya”

Pada akhirnya, sumbangsih Carroll versus West Ham tersebut tidak berpengaruh banyak menahan kejatuhan Newcastle. Mereka akhirnya terdegradasi dari Premier League 4 bulan kemudian setelah hanya mampu memenangkan 2 dari 17 pertandingan sisa mereka.

Namun bagi Carroll, awan hitam yang bertengger di atas Tyneside kala itu mempunyai hikmah yang indah. Dia tampil 16 kali untuk the Magpies musim itu dan mencetak 3 gol. Dia memang harus menuju Championship, tapi seorang Andy Carroll telah ‘lahir’.

Lahir di Gateshead, 6 Januari 1989, Carroll, bersama ibu, ayah dan 2 saudara laki-laki – yang selalu menonton setiap Carroll main – adalah supporter fanatik Newcastle.

Bekerja sebagai ball-boy di St. James’ Park selama 3 tahun, remaja cungkring ini ditemukan oleh klubnya ketika sedang bermain untuk tim lokal Low Fell Juniors.

Alan Jarvis, seorang pelatih di klub Wallsend Boys yang terkenal – yang melahirkan pemain-pemain seperti Peter Beardsley, Michael Carrick dan Shearer – adalah orang yang merekomendasikan Carroll kepada petugas rekruitmen Newcastle Peter Kirkley. Jarvis ingat melihat Carroll muda menghancurkan timnya saat bermain untuk Low Fell dan berkata bahwa Carroll jelas memiliki kualitas spesial.

“Dia adalah anak kecil penuh skill yang bermain di sisi kiri dengan talenta dan kemampuan yang besar” Ingat Jarvis, “Yang pasti saya tidak menyangka dia akan menjadi pemain depan setinggi 6 kaki 4 inci”

“Saya langsung tahu saya sedang menyaksikan pemain yang spesial. Dia memiliki sesuatu yang tidak dimiliki pemain lainnya”

Sunderland kemudian tertarik meminang Carroll, tapi hanya ada satu klub yang ada di pikiran Carroll.

Dia bergabung dengan Newcastle di usia 11 tahun, namun sempat terpendam di akademi setelah di fungsikan sebagai pemain kiri belakang.

Berkat intervensi John Carver yang kala itu menjabat sebagai direktur di akademi Newcastle – kini asisten manager di Newcastle United – juga berkat pertumbuhan badan yang pesat di usia 15 tahun Carroll mampu tumbuh menjadi penyerang penuh aksi dan bertenaga seperti sekarang.

“Hal ini kerap terjadi,” ujar Carver. “Pemain berkaki kidal sering diminta melakukan tugas tertentu untuk tim. Andy bergabung dengan kita sebagai pemain depan tapi mesti dipindahkan ke bek kiri karena kita kekurangan pemain di posisi tersebut”

“Di akhir musim, sebuah keputusan harus di ambil untuk masa depannya dan beberapa pelatih beranggapan dia tidak cukup bagus”

“Beberapa orang mendukung dia dan pada akhirnya, tergantung pada saya apakah dia akan menerima beasiswa 2 tahun”

“Kamu tidak bisa menilai seseorang ketika mereka bermain di luar posisi natural mereka. Untungnya, saya sempat melihat dia bermain di depan sehingga keputusan itu menjadi mudah”

Keputusan mudah itu akhirnya menjadi keputusan yang sangat menguntungkan. Seperti Malcolm MacDonald, pemain No. 9 Newcastle era 70an, Carroll melalui perubahan dari bek kiri yang canggung menjadi penyerang pencetak gol yang agresif, mirip dengan gaya Alan Shearer. Namun Carver beranggapan bahwa ada kemiripan yang lebih nyata dengan mantan penyerang Newcastle yang lain.

“Sir Bobby Robson selalu berkata bahwa cara terbaik untuk menilai pemain adalah dengan membayangkan dirimu bermain melawan pemain tersebut.” ujar Carver. “Jika kau menikmati bermain melawan seorang lawan tertentu, maka orang itu tak akan menjadi pesepakbola hebat.”

“Pahlawan besar bagi Andy adalah Alan Shearer, tapi, bagi saya, dia lebih mirip dengan Duncan Ferguson” tambahnya

“Tidak ada pemain bertahan yang menantikan prospek bermain melawan Andy Carroll. Dia menganggu mereka, menyulitkan mereka dan tak akan membiarkan mereka tenang selama bermain. Dia tentunya lolos ujian Sir Bobby Robson”

Ujian itu bukan satu-satunya yang berhasil dia lewati di Newcastle. Selalu menjadi target di udara, Carroll bekerja keras untuk meningkatkan kemampuannya bermain mengolah bola di bawah. Ia menghadiri latihan ekstra untuk fokus ke kemampuan teknis”

Mantan bintang Liverpool dan Newcastle Terry McDermott bertemu dengan remaja yang masih mentah ini ketika bekerja bersama Lee Clark di tim reserve Newcastle United dan berkata bahwa Carroll saat itu belum dapat dipastikan bisa naik kelas ke tim utama.

“Kita semua tahu dia memiliki sebuah keistimewaan dengan ukuran tubuh seperti itu” cerita McDermott terhadap ECHO “Namun saya akan menentang setiap orang yang berkata bahwa saat itu Carroll sudah diramalkan akan berhasil di Newcastle dan menjadi seperti sekarang ini”

“Kita semua punya firasat dia akan dapat kesempatan menjadi pemain tapi tidak ada yang 100% yakin. Itulah mengapa ia dipinjamkan ke Preston.

“Saya biasa membuatnya melakukan shooting dan tendangan volley dan hal-hal seperti itu dan dia bisa menembak masuk ke sudut gawang dari jarak 30 yard namun kemudian sama sekali gagal mengenai bola di percobaan berikutnya”

“Saya dan Lee kerap berbicara kepadanya untuk meningkatkan teknik bermainnya. Kita tahu dia mempunyai kemampuan untuk menjadi pemain yang sangat bagus, tinggal bagaimana dia membawa diri dan bekerja keras untuk berkembang”

Dan dia pun berkembang. Pada bulan November 2006, dia menjadi pemain termuda sepanjang sejarah Newcastle di kancah Eropa saat tampil sebagai pemain pengganti ketika menghadapi Palermo di UEFA Cup saat berumur 17 tahun, 300 hari. Debutnya di liga datang ketika melawan Wigan di bulan Februari setelah itu dan dia kemudian memimpin klubnya menuju ke semifinal FA Youth Cup tahun 2007 yang menjadi awal dirinya menjadi sosok bagai jimat bagi tim reserve Newcastle.

“Saya ingat saat melawan Middlesbrough di Riverside” ingat McDermott. “Dan dia sama sekali tidak bisa di jaga. Dia mencetak hatttrick, melawan tim dengan pemain-pemain berpengalaman, dan dia sungguh fantastis. Engkau bisa melihat dia terus menjadi semakin bagus”

Panggilan internasional kemudian menyusul. Carroll memulai debutnya di timnas Inggris U-19 bulan September 2007 dengan mencetak gol saat mengalahkan Belarus 4-0. Saat itu dia sedang bermain di Preston dengan status pemain pinjaman selama 6 bulan.”

Manajer Preston Paul Simpson mendeskripsikan Carroll sebagai “Target man bagus dengan potensi berlimpah” tapi Simpson kemudian akhirnya meninggalkan klub tersebut di bulan November, karena timnya sedang dalam kesulitan.

Pengganti Simpson, Alan Irvine, masuk dan langsung menunjukkan otoritasnya dan seorang striker muda yang masih mentah tidak masuk dalam rencananya dan pada akhirnya di pulangkan ke Newcastle setelah hanya mencetak satu gol – sebuah sundulan tentunya”

“Sebelum dia pergi saya sempat berbicara dengannya,” Kata Irvine. “Dan bilang kepadanya bahwa dia bisa jadi sebaik yang dia mau tapi untuk itu dia mesti menjadi profesional 100%.”

Beruntung bagi Carroll, Irvine bukan satu-satunya orang yang beranggapan demikian. Walaupun peminjamannya ke Preston tidak berbuah sukses seperti yang dia inginkan, namun karirnya berkibar semakin mantap sejak kembalinya dia ke St. James’ Park. (bersambung)

Andy Carroll Facts:

Nama Lengkap: Andrew Thomas Carroll

TTL: Gateshead, 6 Januari 1989

Tinggi badan: 6 kaki 3 inci (190cm)

Posisi: Center Forward


• Carroll adalah topskorer Newcastle musim 2009/2010 dengan 19 gol yang membawa timnya promosi ke Premier League
• Setelah di beri nomor punggung 9 musim 2010/2011, Carroll mencetak 11 gol di 20 game pertamanya, termasuk hattrick melawan Aston Villa dan gol-gol penting melawan Man. City, Chelsea, Liverpool dan Arsenal.
• Carroll dibeli LFC pada 31 Januari, 2011 seharga £35m, memecahkan rekor pembelian untuk seorang pemain Inggris.
• Carroll melakukan debutnya bersama Liverpool ketika timnya mengalahkan Man. United di Anfield 6 Maret 2011.
Posted by Ardhan eR_eF
Liverpool Football Club (dikenal pula sebagai Liverpool atau The Reds) adalah sebuah klub sepak bola peserta Liga Utama Inggris. Liverpool adalah klub tersukses dalam sejarah persepakbolaan Inggris yang bermarkas di kota Liverpool. Liverpool telah memenangkan 5 tropi Liga Champions (dulu Piala Champions), yang merupakan rekor Inggris.18 gelar Liga Inggris, 7 Piala FA, serta, 7 kali juara Piala Liga.
Liverpool Football Club didirikan pada 15 Maret 1892 oleh John Houlding, pemilik Anfield. Houlding memutuskan untuk membentuk tim sendiri setelah Everton FC dikeluarkan dari Anfield dalam perselisihan mengenai biaya sewa.
Awalnya klub baru itu bernama Everton FC namun diganti ke Liverpool FC setelah Asosiasi Sepak Bola Inggris menolak penggunaan nama tersebut. Kandang mereka berada di Anfield, yang terletak sekitar 4,8 km dari pusat kota Liverpool.
Liverpool sangat dominan pada tahun 1970-an dan 1980-an, telah berhasil 5 kali menjuarai Liga Champions (dulu Piala Champions) dan 18 kali menjuarai Liga Inggris (hingga awal Mei 2005). Klub ini juga terlibat dalam dua tragedi besar dalam sepak bola Eropa - dalam tragedi Heysel pada 1985 dan musibah Hillsborough pada 1989.
DATA
Nama lengkap : Liverpool Football Club
Julukan : The Reds
Didirikan : 1892
Stadion : Anfield, Liverpool (kapasitas 45.400)
Kostum : Merah-Merah(Kandang), Putih-Merah-Hitam(Tandang)
Pemilik Klub : J.W Henry
Manajer :"King" Keny Dalglish
PEMAIN MUSIM 2011-2012
Kiper :
Bek :
Glen Johnson
Jose Enrique
Daniel Agger
Fabio Aurelio
Sebastian Coates
Danny Wilson
Jamie Carragher
Martin Kelly
Conor Coady
Martin Skrtel
Gelandang :
Steven Gerrard
Maxi Rodriguez
Jordan Henderson
Stewart Downing
Jay Spearing
Lucas Leiva
Charlie Adam
Jonjo Shelvey
Penyerang :
Luis Suarez
Andy Carroll
Dirk Kuyt
Craig Bellamy
PRESTASI
Juara Divisi Satu (18 kali) : 1900/01, 1905/06, 1921/22, 1922/23, 1946/47, 1963/64, 1965/66, 1972/73, 1975/76, 1976/77, 1978/79, 1979/80, 1981/82, 1982/83, 1983/84, 1985/86, 1987/88, 1989/90
Juara Divisi Dua : 1893/94, 1895/96, 1904/05, 1961/62
Liga Lancashire : 1892-93
Liga Champions(5 kali) : 1976/77, 1977/78, 1980/81, 1983/84, 2004/05
Piala UEFA (3 kali) : 1972/73, 1975/76, 2000/01
Piala FA (7 kali) : 1964/65, 1973/74, 1985/86, 1988/89, 1991/92, 2000/2001, 2005/2006
Piala Remaja FA : 1995/96
Piala Liga (7 kali) : 1980/81, 1981/82, 1982/83, 1983/84, 1994/95, 2000/01, 2002/03
Charity Shield (14 kali : 1963/64[2], 1964/65, 1965/66, 1973/74, 1975/76, 1976/77, 1978/79, 1979/80, 1981/82, 1985/86, 1987/88, 1988/89, 1989/90, 2000/01,
Piala Super Eropa (3 kali) : 1977, 2001, 2005
Piala Super Inggris : 1985/86
Divisi Satu Cadangan (16 kali) : 1956/57, 1968/69, 1969/70, 1970/71, 1972/73, 1973/74, 1974/75, 1975/76, 1976/77, 1978/79, 1980/81, 1981/82, 1983/84, 1984/85, 1989/90, 1999/2000
Posted by Ardhan eR_eF

Popular Post

Salam

YOU'LL NEVER WALK ALONE

Pengikut

Powered by Blogger.

Profil Lengkap

My Photo
Nama lengkap : Ardhan Rachmat Fauji NIM : 5302411077 Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer I'm LIVERPUDLIAN #You'll Never Walk Alone".....,

SlideShow

Bola.net

- Copyright © LIVERPOOL FC NEWS - Powered by Blogger - Designed by Ardhan Rachmat Fauji -